Senin, 25 Januari 2010

7 TRADISI PALING MENGERIKAN

1. Foot Binding

Foot Binding atau pengikatan
kaki adalah tradisi menghentikan
pertumbuhan kaki perempuan
zaman dahulu yang terjadi di
China. Tradisi ini telah
menghadirkan penderitaan besar
bagi para perempuan China pada
masa itu. Pengikatan kaki
biasanya dimulai sejak anak
berumur antara empat sampai
tujuh tahun. Masyarakat miskin
biasanya terlambat memulai
pengikatan kaki karena mereka
membutuhkan bantuan anak
perempuan mereka dalam
mengurus sawah dan
perkebunan.

Pengikatan kaki dimulai pada
masa akhir dinasti Tang ( 618-
907 ) dan mulai menyebar pada
golongan kelas atas sampai pada
zaman dinasti Song ( 960-1297 ),
pada zaman dinasti Ming ( 1368-
1644 ) dan dinasti Qing ( 1644-
1911 ), budaya mengikat kaki
menyebar luas dalam mayoritas
masyarakat China sampai
akhirnya dilarang pada Revolusi
Sun Yat Sen tahun 1911.
Kelompok yang menghindari adat
ini hanyalah bangsa Manchu dan
kelompok migran Hakka yang
merupakan kelompok paling
miskin dalam kasta sosial China.
Kebiasaan mengikat kaki ini
berlangsung selama sekitar
seribu tahun dan telah
menyebabkan sekitar satu milyar
wanita China mengalami
pengikatan kaki.

Pengikatan kaki dilakukan
dengan cara membalut kaki
dengan ketat menggunakan kain
sepanjang sepuluh kaki dengan
lebar dua inchi, melipat empat
jari kaki ke bagian bawah kaki
dan menarik ibu jari kaki
medekati tumit. Hal ini membuat
kaki menjadi lebih pendek.
Pembalut kaki semakin
diketatkan dari hari ke hari dan
kaki dipaksa memakai sepatu
yang semakin kecil. Kaki harus
dicuci dan dipotong kukunya
karena kalau tidak akan
membuat kuku-kuku kaki di kaki
yang diikat menusuk ke dalam
dan menimbulkan infeksi.

Jika balutan terlalu ketat maka
dapat timbul buku-buku di kaki
yang harus dipotong dengan
pisau. Kemudian kaki juga harus
dipijat dan dikompres dingin dan
panas untuk sedikit mengurangi
rasa sakit. Pengikatan kaki
membuat siklus darah tidak
lancar sehingga dapat membuat
daging kaki menjadi busuk dan
kaki dapat mengeluarkan nanah.
Semakin kecil kaki seorang gadis
maka akan semakin cantik ia
dipandang. Panjang kaki seorang
gadis hanya berkisar 10-15
sentimeter saja.

2. Self Mummification
pic

Sokushinbutsu adalah rahib
Buddha atau imam yang didakwa
menyebabkan kematian dengan
cara menjadikan mereka jadi
mumi. Praktek ini dilaporkan
terjadi hampir secara eksklusif di
utara Jepang sekitar Prefektur
Yamagata.terdapat Antara 16
samapai 24 mummi yang telah
ditemukan.

Tiga tahun para imam hanya
makan diet khusus yang terdiri
dari kacang-kacangan dan biji-
bijian, Mereka kemudian hanya
makan kulit dan akar dalam
waktu tiga tahun dan mulai
minum teh racun yang dibuat
dari getah pohon yang
Urushi,yang biasanya digunakan
untuk laka mangkuk. Ini
menyebabkan muntah dan cepat
hilangnya cairan tubuh, dan yang
terpenting, mematikan anggota
tubuh yang dapat menyebabkan
kerusakan pada tubuh yang bisa
menimbulkan kematian.

Akhirnya,pada mummifying
biarawan akan mengunci dirinya
dalam kubur batu yang
ukurannya hampir tidak lebih
besar dari tubuhnya, di mana dia
tidak akan bergerak dari posisi
nya.penghubung ke dunia luar
adalah tabung udara. Setiap hari
ia mengingatkan pada agar
orang-orang di luar bahwa ia
masih hidup.

3. Eunuchs
pic

Eunuchs disebut juga
kasim,seorang laki-laki yang
kehilangan kesuburannya karena
kemaluannya telah dibuang
dengan sengaja atau karena
sebab-sebab lain.Catatan-
catatan paling awal tentang
pengebirian dengan sengaja
untuk menghasilkan orang kasim
berasal dari kota Lagash di
Sumeria pada abad ke-21 SM.
Sejak itu, selama beribu-ribu
tahun orang kasim bekerja di
berbagai kebudayaan seperti
pelayan istana atau pelayan
rumah tangga, penyanyi laki-laki
dengan suara tinggi, petugas-
petugas keagamaan khusus,
pejabat pemerintah, komandan
militer, dan pengawal kaum
perempuan ataupun pelayan.

Orang kasim pertama disebutkan
di Kekaisaran Asyur (l.k. 850
hingga 622 SM). Mereka pun
biasa tampil di istana kaisar-
kaisar Akhemenid dari Persia
atau firaun dari Mesir (hingga
dinasti Lagid yang dikenal
sebagai Ptolemeus, yang
berakhir dengan Cleopatra).Di
Tiongkok kuno, pengebirian
adalah salah satu bentuk
hukuman tradisional (hingga
Dinasti Sui) dan sarana untuk
mendapatkan pekerjaan di
kalangan istana Kaisar. Pada
akhir Dinasti Ming ada 70.000
orang kasim di Istana kaisar.
Jabatan seperti itu demikian
berharga-orang-orang kasim
tertentu berhasil mendapatkan
kekuasaan yang demikian besar
sehingga melampaui kekuasaan
perdana menteris-sehingga
pengebirian diri sendiri harus
dilarang.

Jumlah orang kasim yang menjadi
pegawai Istana Kaisar akhirnya
menurun hingga 470 orang pada
1912, ketika mereka tidak lagi
dipekerjakan. Orang-orang kasim
diberikan jabatan-jabatan
pegawai negeri yang demikian
tinggi dengan alasan bahwa
karena mereka tidak dapat
mempunyai anak, mereka tidak
akan tergoda untuk merebut
kekuasaan dan memulai sebuah
dinasti. Pada saat yang sama,
sebuah sistem serupa juga ada
di Vietnam.

4. Sati
pic

Tradisi sati atau bakar diri
hidupp-hidup,dianggap sebagai
lambang kesalehan,sekaligus
menunjukkan kepemilikan laki-laki
atas perempuan,biasanya
dilakukan oleh perempuan yang
berkasta tinggi dan dipercaya
hanya perempuan pilihan yang
dapat melakukannya.tradisi sati
dipandang sebagai alternatif
yang lebih baik ketika seorang
istri ditinggal mati oleh
suami,daripada mereka
mengalami penyiksaan dari
saudara-saudara ipar,yang akan
menyalahkan perempuan sebagai
penyebab mati suami.

sati menjadi tradisi tidak hanya
berlaku bagi istri,tetapi juga bagi
istri simpanan,saudara ipar dan
bahkan ibu,untuk mengorbankan
dirinya diapi pembakaran jenasah
laki-laki yang memiliki
mereka.pelaku sati diagungkan
sebagai pahlawan,sesuai dengan
ajaran hindu.

5. Seppuku
pic

seppuku disebut juga
Harakiri,Salah satu tradisi yang
menjadi kebanggan masyarakat
Jepang, yang berasal dari kata
hara yang berarti perut dan
kiru yang berarti memotong.
Harakiri juga dikenal dengan
istilah seppuku. Kebiasaan
harakiri ini dilakukan oleh
prajurit berkelas dari kalangan
samurai sebagai bukti kesetiaan.
Bunuh diri yang dilakukan para
Samurai ini sangat menyiksa,
karena si pelaku harus
menunggu kematian karena
kehabisan darah setelah
merobek dan mengeluarkan isi
perutnya.

Ada ritual khusus yang harus
dilakukan oleh Samurai jika ingin
melakukan harakiri. Ia harus
mandi, menggunakan jubah putih,
dan makan makanan favorit.
Pelaku harakiri ditemani seorang
pelayan (kaishakunin), yang ia
pilih sendiri. Kaishakunin ini
bertugas membuka kimononya
dan mengambilkan pisau yang
akan digunakan. Jika pelaku
harakiri menjerit atau menangis
kesakitan saat ia menusuk dan
mengeluarkan isi perutnya, hal
tersebut dianggap sangat
memalukan bagi seorang
Samurai. Karena itu Kaishaku
bertugas mengurangi
penderitaan itu, mempercepat
kematian dengan memenggal
kepala si pelaku.

6. Human Sacrifice
pic

Human Sacrifice adalah
pengorbanan manusia,tindakan
membunuh manusia untuk tujuan
menawarkan persembahan
kepada dewa atau lainnya.
Dilakukan oleh banyak
kebudayaan kuno. persembahan
ini bervariasi,beberapa seperti
Mayans dan Aztecs yang
terkenal jahat mereka untuk
upacara persembahan,
sedangkan yang lainnya sudah
tampak sebagai praktek primitif.
Korban persembahan dibunuh
dengan cara yang berbeda-
beda,ada yang
dibakar,dipenggal,atau dikubur
hidup-hidup.dapar berupa anak
kecil,atau gadis-gadis perawan.

ini adalah sejarah umum yang
pernah ada didunia, Kebanyakan
agama mengutuk praktek-ini dan
undang-undang menganggapnya
sebagai tindak pidana. Namun
sampai hari ini,kadang masih ada
yang melakukan tradisi tersebut
terutama didaerah-daerah
terpencil dimana kepercayaan
tradisional masih berlanjut.

7. Geisha
pic

Geisha berasal dari kata “Gei”
yang berarti seni atau
pertunjukan dalam bahasa
Jepang dan “Sha” berarti orang,
jadi Geisha (person of the arts)
merupakan seorang seniman
tradisional penghibur di Jepang.
Di Kyoto sendiri, kata “Geiko”
digunakan untuk gambaran para
seniman seperti itu. Kehadiran
geisha di abad 18 dan 19
merupakan hal yang umum dan
hingga kini merekapun masih
tetap ada walaupun jumlah
mereka sdh semakin berkurang.

Geisha dilatih secara tradisional
sejak masa kecil mereka. Rumah
geisha sering membeli gadis-gadis
kecil dari keluarga yang miskin
dan mengambil tanggung jawab
untuk membesarkan dan melatih
mereka. Selama masa kanak-
kanak, geisha yang dilatih
pertama-tama bekerja sebagai
pembantu, kemudian sebagai
asisten senior rumah geisha,
selain sebagai latihan ini juga
dipakai untuk membantu
kontribusi biaya pemeliharaan
dan pendidikan mereka. Sistim
tradisi latihan yang panjang ini
masih tetap ada di Jepang,
dimana seorang mahasiswa yang
tinggal di rumah guru seninya,
mulai melakukan pekerjaan
rumah yang umum dan
mengamati serta membantu
gurunya hingga akhirnya
berpindah untuk menjadi tuan
bagi dirinya sendiri. Latihan ini
memakan waktu beberapa
tahun.



\

Tidak ada komentar: