Minggu, 24 Januari 2010

Antara Barat dan Timur di Ukraina

Jurang pemisah di masyarakat Ukraina bakal terasa di pemilihan presiden.

Sebuah lapangan di Kota Lviv di Ukraina bagian barat tampak lengang, hanya gagak yang memecah keheningan. Lapangan ini tidak tampak seperti sebuah monumen maupun sumber perdebatan identitas nasional Ukraina hingga saat ini.

Namun pada 5 Maret 1950 di lapangan ini, pemimpin nasionalis Ukraina Roman Shukhevych, tokoh paling kontroversial dalam Perang Dunia II, ditembak mati oleh polisi rahasia Uni Soviet.Pada Maret 2009, pihak berwenang lokal meresmikan sebuah patung komandan pemberontak tersebut. Parung itu tidak hanya simbol peringatan kematiannya, tetapi juga menciptakan simbol perbedaan yang lebar di Ukraina masa kini.

Perbedaan antara barat-timur di Ukraina akan tampak jelas kembali ketika rakyat Ukraina melangsungkan pemilihan presiden pada Minggu(17/l).Mantan komandan sebuah batalion bentukan Nazi ini kemudian memimpin Tentara Pemberontak Ukraina (UPA) yang prokemerde-kaan. Shukhevych memimpin pemberontakan melawan Uni Soviet setelah kawasannya, bekas Provinsi Galacia, dimasukkan dalam teritori Uni Soviet pascaperang.

Shukhevych dipuja di Ukraina bagian barat, namun sebaliknya dihujat di Ukraina bagian timur.Patung Shukhevych memakan biaya puluhan ribu dollar. Dia digambarkan memakai seragam militer lengkap dengan simbol kenegaraan Ukraina dan sebuah jubah seperti K .ns.ii Roma sambil memandang ke arah perbukitan."Kemenangan bagi Pahlawan!" bunyi plakat di dekat rumah di mana Shukhevych bersembunyi dari Uni Soviet selama separo dekade.

Pada 2007, Presiden Victor Yush-chenko yang pro-Barat, menganuger-ahkannya penghargaan Pahlawan Ukraina. Tetapi tidak semua setuju. Anggota parlemen dari Ukraina bagian timur mengecam patung Shukhevych sebagai lambang fasisme dan penghargaan baginya ilegal.Sejarawan nasional membela Shukhevych dan menyangkal bahwa pemimpin UPA itu tokoh anti-Semit dan antek-antek Nazi. Sementara itu, sejarawan Barat menudingpemimpin pasukan pemberontak itu melakukan pembantaian etnis terhadap populasi warga Polandia pada 1940-an.

Beda Budaya

Tugu peringatan tokoh-tokoh UPA tidak bisa dijumpai di bagian timur Ukraina, di mana masyarakatnya masih menggunakan bahasa Rusia daripada Ukraina sebagai bahasa ibunya. Sejarah Soviet pun banyak dikenang dengan penuh kebanggaan.Penduduk kota utama di bagian barat, Lviv, membanggakan diri sebagai kota Soviet yang pertama kali merobohkan panang Lenin, di luar negara-negara luluk. Patung Lenin diganti dengan patung Stepan Ban-dera, tokoh nasionalis lain.

Kontras di pusat Kota Donetsk, kota di bagian timur Ukraina, sebuah patung pendiri Uni Soviet itu masih tegak berdiri di Lapangan Lenin.Di kota-kota bagian barat, seperti Lviv, warga Rusia jarang yang bicara dengan bahasa Rusia, tetapi berbahasa Ukraina, baik di ruang publik maupun privat.Contohnya, sementara Rusia tetap menggunaakn nama-nama Latin untuk nama bulan, Ukraina menggunakan bahasa yang menggarisbawahi pentingnya pertanian di negara ini. Bulan November adalah "Listopad", artinya daun berguguran yang maknanya musim panen.

"Akan selalu ada perbedaan kawasan di Ukraina. Ini adalah ciri khas negari ini yang masing-masing memiliki sisi baik dan buruk," kata Ilko Kucheriv, direktur Yayasan Inisiatif Demokrat Ukraina."Yang terpenting sekarang ini adalah Ukraina memformulasi identitas nasional, memformulasi kepentingan sebagai sebuah negara dan apa yang diinginkan rakyat," imbuhnya.Hasil jajak pendapat semakin menegaskan perbedaan antara barat dan timur, yang diyakini bakal terulang dalam dukungan terhadap kandidat presiden yang bertarung.Di timur, sekitar 51,3 persen pemilih akan memilih kandidat Viktor Yanukovich, tokoh pendukung Ukraina yang cenderung mendekat ke Rusia. Sementara pesaingnya, Yulia Yymoshenko hanya mendapat dukungan 4,3 persen. Sebaliknya di barat, Tymoshenko akan mendapat suara 24,7 persen, dibanding Yanukovich yang hanya 9,1 persen.AFP/tsu/1-3

Tidak ada komentar: