Minggu, 24 Januari 2010

BLITZKRIEG YANG MEMATIKAN

Biasanya pasukan musuh sudah merasa aman dengan system pertahanan yang dibangun hingga mereka terlena. Dalam keadaan lengah itulah sebuah serbuan kilat yang terencana matang didukung dengan persenjataan dengan kemampuan bergerak cepat secara mekanis, akan mudah menghancurkan sasaran sesuai target. Serba dadakan , serba cepat, dan menghancurkan.

Umumnya pasukan yang dikerahkan untuk melancarkan serangan kilat, blietz krieg, terdiri dari pasukan kavaleri seperti armada tank dan ranpur lainnya dan didukung oleh perlindungan udara yang memadai serta dukungan tembakan artileri. Serangan Blietzkrieg bisa dimulai sereangan udara secara serentak dan mendadak atau bisa juga didahului oleh gempuran serentak divisi tank.

Serbuan blietzkrieg dipraktekan oleh penciptanya, Nazi jerman pada PD II ketika melancarkan serbuan kilat ke Polandia, eropa barat, dan Uni soviet. Pasukan Jepang yang doktrin militernya banyak mengadopsi doktrin Nazi Jerman juga mempraktekan taktik perang blietzkrieg tat kala melancarkan serbuan ke Pearl Harbour bulan Agustus 1941.

Pada invasi militer berikutnya ke kawasan asia timur dan tenggara taktik perang blietzkrieg jepang berhasil menggulung hampir semua kekuatan semua sekutu dengan mudah dan berlangsung dalam waktu singkat. Sebaliknya pasukan sekutu yang melancarkan serabgan balasan di kawasan eropa dan asia juga melancarka serbuan ala blietzkrieg. Salah satu serbuan blietzkrieg yang dilancarka sekutu ketika membebaskan paris dan sejumlah serbuan di eropa barat.

Ketika pasukan Nzi jerman melancarkan serangan blietzkrieg ke polandia pada tahun 1939 serbuan kilat yang berhasil gemilang itu diawali dengan gempuran udara dadakan yang dalam waktu singkat berhasil menghancurkan pesawat-pesawat polandia lumpuhnya kekuatan polandia membuat AU jerman, Lufwaffe meraih superiorotas udara sehingga memudahkan bagi pasukan kavaleri, arteleri, dan infanteri untuk melancarkan serbuan berikutnya. Untuk meraih unsure kecepatan begitu gempuran luff sukses, armada tank jerman yang dipimpin oleh jenderal Heinz Gunderia melaju mendobrak perbatasan polandia pasukan tank Gunderia yang terlatih baik dan dilengkapi komunikasi radio bergerak secara serempak dengan formasi pararel yang utuh. Pasukan tang yang berada di lini tengah merupakan kekuatan pendobrak sekaligus pasukan pelopor yang akan memasuki wilayah musuh. Sedangkan pasukan tank yang berada disayap kanan dan kiri merupakan kekuatan yang akan menjepit dan sekaligus menghancurkan kekuatan musuh dari arah belakang.

Kendati jumlah pasukan tank antara polandia dan jerman hampir sama 40 divisi tank dan 10 brigade kavaleri berkuda polandia melawa 50 divisi tank jerman, tapi karena ka;lah taktik dan persenjataan kavaleri polandia berhasil dikalahkan jerman dalam waktu 17 hari saja. Kederhasilan blietzkrieg di polandia langsung mengguncang dunia dan Guderian pun menjadi jenderal kebanggaan Hitler. Ketagihan dengan kemenangan mudah yang berhasil diraih, Hitler pun kembali melancarkan serbuan blietzkrieg ke sasaran Negara eropa berikutnya, perancis.

Rencana serbuan jerman ke perancis sebenarnya sudah bisa diprediksi sehingga pasukan kavaleri dan infanteri perancis yang jumlahnya lebih besar sudah siap tapi dengan taktik yang jitu, jerman terlebih dahulu menyerbu Belgia sehingga sebagian besar pasukan perancis akan tergiring ke sana, barulah serangan kilat kevaleri dilancarkan ke pertahanan perancis yang lemah, Ardenes. Untuk melakukan gempuran ala blietzkrieg ke Ardenes, Gurdenia mengerahkan sekitar 2000 tank.

Pancingan jerman untuk menggiring sebagian pasukan menuju Belgia ternyata berhasil Gunderia pun segera melancarkan serbuan kavaleri secepat kilat menembus pertahanan perancis di Ardenes. Hanya dalam beberapa hari pasukan Gunderia berhasil menguasai kota-kota wilayah utara perancis. Keberadaan pasuka jerman di pantai Atlantik dekat Dunkrik bahkan menyebabkan pasuka sekutu yang ada disana haru segera dievaluasi ke Inggris secepatnya. Kota perancis pun hanya menunggu hitungan hari unt k jatuh ke tangan jerman. Serangan kilat kavaleri jerman ke perancis sukses dan divisi tank jerman makin menjadi kekuatan tempur yang menakutkan.

Dibau oleh sukses serbua blietzkrieg dan pasukan tanknya menjadi kekuatan penyerbu yang ditakuti, Hitler berani melancarka serbuan kilat besar-besaran ke Uni Soviet lewat operation Barbarossa. Serbuan blietzkrieg tahun 1941 dngan menyerahkan kekuatan udara, armada tank dan pasukan bermotor didukung tembakan arteleri. Meskipun pada akhirnya pasukan jerman berhasil dipukulmundur oleh Uni Soviet, juga dengan serangan kilat, keberanian dan keyakinan Nazi, Jerman menggempur raksasa Soviet adalah karena kemampuan distriknya.

Pada kenyataannya, hanya Nazi Jerman tyang sukses melancarkan serbuan blietzkrieg Tahun 1940 gempuran kavaleri Inggris dengan cepat menghancurkan pasukan Italia yang mengandalkan serbuan blietzkrieg antara pasukan kavvaleri Inggris dan Jerman. Tapi perang kavaleri di Afrika utara berlangsung a lot itu akhirnya berhasil dimenangkan pasukan kavaleri Inggris dibawah pimpinan Jenderal Mont Gomery.

Kemenangan sekutu di front Afrika memberikan inspirasi di pasukan sekutu lainnya untuk melancarkan serangan. Gempuran lewat darat, udara, dan lautan yang melibatkan ribuan kapal perang serta pesawat tempur itu sama sekali diduga Jerman karena dilaksanakan dalam cuaca buruk. Bobolnya pertahanan pasuka kavaleri jerman membuat pasukan kavaleri sekutu terus melaju hingga kota paris pada Agustus 1946.

Pasukan jerman yang kemudian terdesak dan mundur ke Negaranya sendiri. Pergerakan pasukan sekutu dipimpin Jenderal Mont Gomery dan Jenderal Patton bahkan saling mendahului sehingga makain memperkuat unsure blitzkrieg.

` Jenderal Patton yang memegang kecepatannya sebagai komandan tank, berhasil menyeberangi sungai Reid pada 22 dan 23 Maret. Patton yang kemudian mendirikan pangkalan aju bahkan menelpon komandannya Jenderal Omar untuk memberi tahu bahwa Mont Gomery telah jauh ketinggalan. Pasukan Nazi Hitler yang telah kocar kacir akan lebih mudah ditundukkan.

Setelah perang dunia II berlalu, pasukan kavaleri teap menjadi andalan serbuan blietzkrieg. Bahkan dalam perang terkini perang teluk, perang Irak, dan perang Afganistan serbuan blietzkrieg sudah menjadi tolak ukur keberhasilan operasi militer. Dalam waktu singkat selain menghemat biaya juga mampu mencegah jatuhnyuai dengan kawasan yang sudah ada korban jiwa dalam jumlah besar.

Tidak ada komentar: