Senin, 25 Januari 2010

THE DRAGON JAW

Dari sekian banyak sasaran strategis tersebutlah sebuah jembatan diatas sungai Song Ma, dekat kota Thanh Roa. Pejuang Vietnam Utara menamakan jembatan itu dengan gagah yaitu Ham Rung atau dalam bahasa Inggris "The Dragon Jaw"— Sang Mulut Naga, dan memang dari "mulut" itulah jalur suplai peralatan militer demi mempersatukan Vietnam. Tidak heran pula militer Amerika menempatkan prioritas tertinggi penghancuran jembatan Ham Rung—dikenal dengan kode "9 Alpha"—bahkan sejak awal perang Vietnam.
Tanggal 3 April 1965 dimulai misi penghancuran lewat udara. Tidak main-main 79 unit pesawat tempur dilibatkan. Karena Ham Rung berkonstruksi beton dan baja berukuran panjang 165 m dan lebar 17 m, merupakan sasaran kecil bila digempur dari udara. Oleh karena itu dijajal untuk pertama kalinya dalam perang, misil udara-darat AGM 12 Bullpup yang dilepaskan dari F-105 Thunderchief. Tapi apa mau dikata, meskipun telak mengenai jembatan tapi daya ledaknya sangat rendah hanya menimbulkan kerusakan kecil. Bahkan Amerika membayar mahal, tiga buah pesawat ditembak jatuh yaitu sebuah pesawat pengawal F-100D, pesawat intai RF-101—keduanya ditembak unit artileri udara—sementara sebuah pesawat US Navy F-8 Crusader ditembak jatuh VPAF. Tidak jera, esok harinya diserang kembali dengan melibatkan 48 unit pesawat tapi tetap saja hasilnya sama, bahkan sebuah Thunderchief ditembak jatuh oleh meriam anti pesawat dan dua lainnya ditembak VPAF, meskipun harus kehilangan tiga MiG-17.
Sejak saat itulah dari tahun 1965-1971, banyak tipe pesawat tempur baik dari USAF dan US Navy dan beragam tipe senjata “singgah” untuk menghancurkan Ham Rung, tapi hasilnya nihil. Sang Mulut Naga terlalu tangguh untuk dibungkam. Salah satu misi yang terkenal adalah Carolina Moon. Yaitu lima bom dirakit jadi satu dan dibawa dengan pesawat angkut C-130 Hercules. Rencananya bom itu dijatuhkan dan mengapung di sungai dan dengan bantuan arus sungai, bom itu dapat mengenai Ham Rung tepat dibagian bawah konstruksi beton jembatan. Dijajal pertama kalinya tanggal 30 Mei 1966, misi berjalan sempurna, empat bom berhasil meledak…tapi lagi-lagi kerusakannya kecil. Besoknya dicoba kembali, lagi-lagi hasilnya sama, malah jatuh korban sebuah Hercules.
Memang tidak ada yang kekal, tanggal 27 April 1972 saat operasi Linebacker II, F-4D Phantom II dari 8th Squadron "Wolfpack", bersenjata bom pintar elektro-optikal HOBOS berbobot 2,000 pon berhasil menghancurkan pilar dan konstruksi dari Sang Naga. Takut musuh cepat-cepat memperbaiki, tanggal 13 Mei, "Wolfpack" diperintahkan untuk membom dengan bom pintar berpenuntun laser yang lebih baru yaitu 9 unit Paveway berbobot 3,000 pon, 15 unit Paveway berbobot 2,000 pon dan ditambah 36 bom konvensional berbobot 500 pon.
Akhirnya Sang Mulut Naga pun binasa....

Tidak ada komentar: