Selasa, 26 Januari 2010

Dunia Peringati Pembebasan Auschwitz

http://www.kapanlagi.com/h/0000048486_print.html

Kapanlagi.com - Para korban selamat dari Nazi di kam Auschwitz di Polandia selatan akan bergabung dengan para pemimpin dunia hari ini menandai peringatan ke enam puluh dibebaskannya kam itu.

Upacara itu merupakan rangkaian terakhir dari acara selama satu minggu di seluruh dunia untuk mengenang lebih satu juta satu juta orang yang tewas antara tahun 1940 dan 27 Januari 1945.

Sebagian besar korban adalah Yahudi dari Eropa Tengah yang dibawa ke Auswitz dengan truk ternak bersama dengan tawanan dari Polandia dan Soviet, Roma dan kaum homoseksual.

Parlemen Jerman juga akan mengadakan upacara hari ini guna mengenang holocaust yang juga akan dilakukan di Israel.

Mantan tahanan dan veteran Tentara Merah akan memimpin upacara dengan menyalakan lilin ini.

Wartawan BBC William Horsley mengatakan sejak dibebaskan, Auschwitz menjadi simbol unik kekejaman yang pernah dilakukan manusia, dan merupakan peringatan tentang satu sejarah.

Puisi untuk Auschwitz

Awal upacara ini akan ditandai dengan bunyi tiupan kerta di jaringan Auschwitz-Birkenau tempat ratusan ribu orang tewas di sana.

Doa akan dibacakan selain juga bunyi alat musik Yahudi shofar yang akan mengakhiri upacara.

Enam mantan tahanan dan tiga tentara Soviet lanjut usia akan menyalakan lilin pertama. Setelah mereka akan diikuti oleh Presiden Moshe Katsav, Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden Polandia Alexander Kwasniewski.

Pemimpin dunia lain termasuk Presiden Perancis Jacques Chirac, Wakil Presiden Amerika Serikat Dick Cheney dan Mentri Luar Negri Inggris Jack Straw.

Presiden Jerman Horst Koehler akan hadir di Auschwitz namun tidak akan berpidato dalam upacara karena keterlibatan Jerman dalam Holokaus.

Di Berlin, parlemen Jernan akan memperingati dengan pidato korban selamat kam Yahudi Jerman, Arno Lustiger.

Penyair dan penyanyi Jerman Biermann akan membacakan puisi puisi oleh pria yang dibunuh di Auschwitz.

Sebagian menangis, sebagian tertawa

Salah satu Tentara Merah akan menghadiri upacara, Yacov Vinnichenko mengatakan kepada Associated Press tentang kesannya.

Ia dan para komradnya dari infantri Soviet 322 memotong kawat berduri dan memasuki kam kematian itu.

"Bagaimana orang dapat disiksa sedemikian rupa sehingga tinggal kulit dan tulang, dan mereka tidak dapat berdiri dengan kakinya sendiri," tanya seorang tentara lanjut usia Ukraina.

Naziz mengevakuasi sebagian besar tahanan yang tersisa dan 7.000 lainnya ditinggal karena tidak dapat bergerak, kata tentara itu.

Anatoly Shapiro, seorang veteran, mengatakan kepada kantor berita Reuters, kengerian dari kam itu mendorong pasukannya untuk memandikan dan memberi makan para korban selamat.

"Kami melihat semuanya. Kamar kamar yang digunakan untuk menggas tahanan, oven dimana banyak mayat dibakar. Kami melihat timbunan abu. Sebagian pasukan mendekati saya dan mengatakan 'Mayor, kita tidak bisa biarkan ini. Ayo bergerak."

Tidak ada komentar: