Senin, 25 Januari 2010

KOLONEL TOMB YANG MISTERIUS

Tanggal 6 November 1965, empat MiG-17 VPAF mengeroyok sebuah helikopter SAR CH-3 dan sejak saat itu timbul kebiasaan untuk membagi angka kemenangan meskipun yang benar-benar menembak jatuh hanya seorang. Tetapi hal ini bukan monopoli VPAF saja karena pilot fasis Italia Regia Aeronautika dan pilot Kekaisaran Jepang telah melakukannya pada perang dunia II.
Mereka punya alasan kuat untuk melakukannya : mencegah terjadi rivalitas tidak sehat dan meningkatkan moral pilot khususnya pilot junior. Kebiasaan ini kontroversial karena tidak membantu dalam membuktikan secara jelas perolehan angka kemenangan sehingga VPAF mengklaim menghasilkan 16 ace (tiga pilot MiG-17, sisanya memakai MiG-21, dan tanpa ace pilot MiG-19). Tetapi angkanya jelas tidak akurat sebagai contoh Nguyen Danh Kinh yang mengklaim 6 kemenangan hanya 3 diantaranya benar-benar diakui, tapi ini lebih baik dari pada Mai Van Cuong mengklaim 8 kemenangan tanpa satupun diakui pihak Amerika ! Tetapi beruntung karena cerita tiga pilot pada kisah nyata ini diakui angkanya oleh pihak Amerika.
Jadi apakah dalam konflik Vietnam hanya pilot Amerika benar-benar "suci" perolehan angka kemenangannya ? Ternyata tidak juga. Randy Cunningham (Ace US Navy pertama saat perang Vietnam) adalah salah satu contoh terkenal. Ia mengakui mendapat 5 kemenangan dan secara langsung memenuhi syarat sebagai Ace dengan tiga angka diperoleh pada tanggal 10 Mei 1972. Ia benar klaim atas dua diantaranya tetapi tidak bagi yang ketiga. Dalam laporan resmi dan kesaksiannya Cunningham menceritakan bahwa ia bertempur secara gagah berani satu lawan satu melawan pilot jagoan VPAF bernama Kolonel Tomb dan berhasil menembaknya jatuh ! Siapa Kolonel Tomb ? Menurut laporan inteligen Amerika ia adalah seorang top scorer dengan 13 kills. Tetapi setelah diadakan penyelidikan lebih lanjut setelah perang lama berakhir (diantaranya sejarahwan Dr Istvan Toperczer) VPAF menyatakan tidak ada pilot yang bernama Kolonel Tomb ! Bukti menunjukan secara jelas : tidak ada pilot VPAF berpangkat kolonel pada tahun 1972, pilot VPAF lainnya sangat mengenal satu sama lain (karena jumlahnya sangat sedikit itu) tidak mengenal adanya Kolonel Tomb, nama "Tomb" sendiri adalah asing dalam bahasa Vietnam, dan yang jelas tidak ada pilot Vietnam yang sanggup meraih 13 kills yang ada hanya Nguyen Van Coc itupun dengan 9 kills dan sudah pensiun bertempur sejak 1969. Sangat memalukan bila Cunningham sampai mengada-ada dalam laporan tempurnya ini karena pihak US Navy telah kepalang basah menobatkan dirinya menjadi satu-satunya Ace US Navy ketika perang Vietnam.
Rekayasa untuk meningkatkan harga diri US Navy karena USAF telah memiliki Steve Ritchie sebagai Ace ? Mungkin saja, toh barang bukti berupa rekaman film dogfight telah hilang karena F-4J Phantom-nya sendiri ditembak SAM ditengah perjalanan pulang. Alhasil kejujuran berpulang ke dirinya, tapi Cunningham tidak malu, jadi ya jalan terus tidak perduli anjing menggonggong.

Tidak ada komentar: