Selasa, 26 Januari 2010

Laksamana Wilhelm Canaris


Laksamana Wilhelm Canaris, adalah Kepala Badan dan Intelijen Militer Jerman (Abwehr). Ia menjabat mulai tanggal 1 Januari 1934 dan merupakan figur yang paling bertanggungjawab dalam kelompok konspirasi menentang Hitler. Ia dihukum mati tanggal 9 April 1945 akibat keterlibatannya dalam Plot 20 Juli.

Sosoknya tidaklah tinggi, lemah lembut tutur bahasanya. Ia tinggal di kawasan elit Berlin bersama istri dan anak perempuannya. Sepanjang karir di intelijen militer, Canaris tanpa lelah memperingatkan London akan ambisi dan manuver strategis Hitler dengan harapan Inggris bisa menyemangati kelompok konspirasi anti-Nazi. Ia memberitahu London perihal rencana invasi Hitler ke Cekoslowakia, Polandia, Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia, Perancis, dan Inggris sendiri. Ia juga menyediakan bahan peledak yang disita Abwehr untuk dimanfaatkan kelompok konspirasi.

Di kantornya Canaris tidak sendirian. Deputi Kepala Abwehr, Kolonel Hans Oster juga benci Nazi dan Hitler. Sebagai orang kedua di Abwehr, ia mati-matian menghentikan intelijen SS di bawah Reinhard Heydrich yang berupaya menggerogoti Abwehr.

Meski bersaing dan mewaspadai SS, Canaris bisa bersahabat baik dengan seorang yang tergolong paling cerdas di jajaran SS, yaitu Brigadeführer Walter Schellenberg, orang kepercayaan Heydrich.

==
Together with his deputy General Hans Oster, military jurist General Karl Sack, theologian Rev. Dietrich Bonhoeffer and Ludwig Gehre, Canaris was humiliated before witnesses and then executed on April 9, 1945 in the Flossenbürg concentration camp, a few weeks before the end of the war. At the time of his execution, Canaris had been decorated with the Iron Cross First and Second Class, the Silver German Cross, the Cross of Honor and the Wehrmacht's Twelve and Twenty-Five Year Long-Service Ribbons.

Tidak ada komentar: