Senin, 18 Januari 2010

M4 dan HK 416 Pengganti M16


Dewasa ini dunia militer mengenal dua senapan yang paling populer, yaitu AK-47 dan M16. Senapan yang pertama buatan Rusia dan pernah menjadi senapan standar di negara-negara yang tergabung dalam Pakta Warsawa. Senapan dengan kaliber 7,62 mm itu merupakan salah satu senapan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia se-menjak awal tahun 1950-an. Boleh dikatakan senjata hasil rancangan Mikhail Timofeyevich Kalashnikov sudah menjadi suatu legenda.

Di sisi lain dikenal M16 buatan Amerika Serikat yang juga dipakai secara meluas di kalangan ketentaraan di seluruh dunia. Senjata pasukan infanteri ini amat populer di negara-negara yang berkiblat ke Barat atau setidak-tidaknya di negara yang memperoleh bantuan persenjataan ringan dari Amerika Serikat. Jenis senjata kaliber 5,56 mm ini mendapatkan nama harumnya di medan perang Vietnam pada tahun 1960-an. Semenjak itu senapan tersebut dijadikan semacam senapan standar di jajaran anggota NATO. Di tengah per-tempuran sengit Vietnam kedua senapan tersebut mengadu keunggulan. Sudah barang tentu kedua jenis senjata yang mematikan itu memiliki ke-unggulan dan sekaligus kekurangan.

Selama beberapa dasawarsa sejak ber-akhirnya Perang Vietnam negara adidaya Amerika Serikat tidak tersangkut dalam perang skala besar. Negara Paman Sam itu baru terlibat lagi dalam pertempuran besar tatkala menyerang Irak dan Afghanistan. Dan kembali pula senapan MI 6 beraksi di sana. Senjata andalan pasukan in-fanteri AS tersebut digunakan dalam medan pertempuran yang keadaannya berbeda dengan medan perang sebelumnya.

Kalau di Vietnam senapan itu dipakai di kawas-an hutan hujan tropis, lembab, serta berlumpur, maka di Irak serta di Afghanistan jenis senjata itu digunakan di medan yang kering kerontang, panas, dan berdebu halus semburan padang pasir.

Dari kedua medan perang itu, pihak pengambil keputusan militer AS sering menerima laporan tentang M16. Para tentara di lapangan acapkali melaporkan ketidakberesan senapan andalan mereka tersebut. Hal yang paling kritis yang acap-kali dilaporkan adalah tingkat kemacetan senjata itu. Dalam keadaan darurat M16 tentu akan di-tembakkan dengan frekuensi tinggi dan justru dalam situasi demikian senapan itu sering macet. Hal tersebut dapat menimbulkan akibat fatal bagi tentara yang sedang tersudut di medan pertem-puran, Setiap detik yang digunakan untuk mem-perbaiki senjata yang macet dapat berarti ber-banding lurus dengan kemungkinan kematian pemakai senapan tersebut.

Oleh pihak Pentagon, penyebab kemacetan ditimpakan ke pundak tentara yang berada di la-pangan dengan alasan kurang pemeliharaan atau cara perawatan yang tidak sebagaimana mes-tinya. Sebaliknya, pihak personel lapangan me-nyebutkan perawatan telah dilakukan secara pro-fesional, namun M16 kadang-kalang masih saja mengalami kemacetan.

Dari hasil analisis bertahun-tahun, para ahli senjata AS menemukan bahwa faktor utama pe-nyebab kemacetan pada M 16 adalah sisa karbon yang berada di dalam senapan.

Walaupun M16 telah dirawat sesuai dengan buku petunjuk, kemungkinan kemacetan itu tetap ada jika senjata tersebut ditembakkan dengan fre-kuensi tinggi.

Setelah melakukan penelitian selama ber-tahun-tahun. Pentagon memutuskan untuk meng-ganti M16 dengan jenis senjata yang lebih cang-gih. Calon pengganti yang diungguIkan adalah Colt M4 Caibine. Senjata baru yang juga berkaliber 5,56 mm ini lebih kompak. Sekilas bentuknya tidak berbeda jauh dengan M16. Beratnya pun hampir sama. Beberapa perbedaan penting diantara keduanya adalah jarak tembak efektif (M16: 360 m; M4:500 m). Dikatakan bahwa M4 lebih mudah digunakan dan lebih jitu.

Pentagon berencana membeli 100.000 pucuk M4 pada tahun 2008 untuk mengantikan M16. Demikian dinyatakan oleh seorang pejabat senior Colt yang memproduksi M4 dan M16 sebagai-mana dikutip oleh Defense News edidi 5 Maret 2007.

Dalam percobaan selanjutnya ternyata M4, se-perti pendahulunya, juga memerlukan perawatan yang teliti. Ken-datipun hal ter-sebut telah dila-kukan, M4 ma-sih cukup sering mengalami ke-macetan. Ini se-bagai akibat sis-tem saluran gas-nya yang kurang sempurna se-hingga sisa kar-bon dapat mem-buat senjata ter-sebut macet, Cacat atau ke-kurangan yang melekat pada M16 dan M4 membuat para pengambil keputusan di jajaran militer Amerika Serikat untuk melirik H&K 416 Carbine.

Dibandingkan dengan M16 dan M4, senapan buatan perusahaan Heckler & Koch GmbH, Jerman, itu memiliki beberapa keunggulan. H&K 416 merupakan produk hasil kerjasama tahun 2004 antara pihak perusahaan senjata Jerman dan Delta Force (pasukan elit Amerika Serikat).

Sosok H&K 416 berbeda dengan M4 atau M16 terutama pada bentuk larasnya, panjang kese-luruhan H&K 416:34,9 inci (dibandingkan dengan panjang M4; 33 inci), berat tanpa magasen 7,7 pon (5,9 pon), dan Jarak tembak efektif 400 meter (500 meter).

Persamaannya atau kemiripannya terletak pada kaliber 5,56 mm, panjang laras 14,5 inci, kecepatan tembak 700-900 butir per menit, dan sistem pilihan tembak: semi otomatis serta otomatis. Pada H&K 416 tersedia empat macam ukuren laras, yaitu 10, 4 inci, 14,5 inci, 16,5 inci, dan 20 inci. Dari data tersebut tampak bahwa ukuran H&K 416 lebih besar, lebih berat, dan (bisa) lebih panjang.

Dari segi harga, Defense News menyebutkan harga M4 $800 per pucuk. Ini merupakan harga senjata standar tanpa perlengkapan yang lain. Jika ditambah berbagai macam perlengkapan lain sesuai dengan keperluan penugasan di medan tempur, harga tersebut dapat mencapai $1.300 per pucuk. Di sisi lain, harga sepucuk H&K 416 berkisar antara $800 hingga $1.425 (bergan-tung kepada ak-sesori yang di-perlukan).

Kehandalan utama H&K 416 terletak pada sis-tem piston gas langkah-pendek. Sistem ini ber-beda dengan sis-tem tabung gas Colt yang digu-nakan pada M4. Dengan sistem piston gas langkah-pendek pada H&K 416, cacat pada sistem pembuangan karbon dapat dihi-langkan. Masalah pembuangan sisa karbon inilah yang sering mengakibatkan kemacetan pada M16 dan M4. Dengan sistem yang diterapkan pada H&K 416, senjata baru tersebut dapat diandalkan dalam berbagai medan pertempuran.

Kini H&K 416 digunakan oleh pasukan elite Amerika Serikat, di antaranya Delta Force. Pasukan biasa masih memakai M16 atau M4. Keistimewaan H&K 416 belum diakui sepe-nuhnya oleh pasukan yang selama bertahun-tahun telah menggunakan M16 di medan laga. Mereka masih tetap yakin akan keunggulan M16 yang legendaris itu. Keyakinan mereka mungkin bisa hilang jika mereka melihat bukti nyata kehebatan H&K 416 yang hingga kini belum teruji dalam rentang waktu yang lama di berbagai jenis medan perang.

Tidak ada komentar: