Sabtu, 30 Januari 2010

Mayat Adolf Hitler Dibakar KGB

Mayat Adolf Hitler Dibakar KGB
Jum'at, 11 Desember 2009 - 14:48 wib
text TEXT SIZE :
Share
Nurfajri Budi Nugroho - Okezone
Adolf Hitler (Foto: Telegraph)

MOSKOW - Jenazah Adolf Hitler dibakar pada 1970 oleh agen-agen KGB Uni Soviet dan dibuang ke sebuah sungai di Jerman. Tindakan itu merupakan perintah langsung ketua badan mata-mata itu.

Jenderal Vasily Khristoforov, kepala urusan arsip Badan Keamanan Federal (FSB), penerus KGB di era Soviet, mengonfirmasi untuk pertama kali rangkaian kejadian yang berakhir pada pembuangan jasad Hitler, dan siapa yang memerintahkan operasi itu.

Hal itu diungkapkan Jenderal Khristoforov dalam wawancara dengan Interfax yang dipublikasikan Senin lalu, dan dikutip CNN, Jumat (11/12/2009).

Dia mengatakan bahwa dokumen-dokumen rahasia menunjukkan Kepala KGB Yuri Andropov, yang mendapat persetujuan dari Partai Komunis Soviet, memerintahkan operasi rahasia untuk menghancurkan mayat Hitler, istrinya Eva Braun, kepala propaganda Jerman Joseph Goebbels, serta seluruh keluarga Goebbels.

Khristoforov mengatakan, berdasarkan dokumen-dokumen itu, keputusan Andropov untuk menghancurkan jasad pemimpin Nazi dan anggota keluarganya dimotivasi oleh ketakutan KGB dan pemimpin Partai Komunis Soviet bahwa tempat pemakaman Hitler akan menjadi tempat pemujaan para pendukung paham fasis.

Operasi yang diberi nama kode "The Archives," dilakukan oleh kelompok agen khusus KGB di Magdeburg, Jerman Timur, di mana tubuh-tubuh itu secara rahasia dikubur pada 21 Februari 1946, di wilayah fasilitas militer Soviet.

Pada September lalu para pakar sejarah dikejutkan dengan hasil tes DNA yang menunjukkan bahwa tengkorak yang diduga sebagai milik Adolf Hitler ternyata berasal dari kepala seorang perempuan.

Kabar tersebut memunculkan pertanyaan apakah pemimpin tiran itu benar-benar mati karena bunuh diri di bungkernya, seperti yang selama ini diketahui. Fakta baru itu bisa jadi juga memaksa untuk dilakukannya penulisan ulang buku-buku sejarah. Artinya, bisa jadi tengkorak yang ditemukan itu bukanlah bagian dari tubuh Hitler.

Arkeolog Amerika Serikat Nick Bellantoni menemukan fragmen-fragmen dari tengkorak itu terlalu tipis untuk seorang pria, dan diyakini sebagai milik seorang perempuan muda.

"Tulangnya terlihat sangat tipis. Tulang seorang pria biasanya lebih kuat. Ia malah cocok dengan perempuan antara usia 20 dan 40 tahun," kata Dr Bellantoni, dikutip dari The Sun, Senin 28 September lalu.(jri)

Tidak ada komentar: