Senin, 25 Januari 2010

MENDAPATKAN SABRE


MENDAPATKAN SABRE

Hunt for Sabre

Sejak kehadiran swept wing fighter jet F-86 Sabre mulai Desember 1950, dominasi udara di atas Korea menjadi seimbang. MiG-15 yang sebelumnya dengan mudah mempecundangi pemburu mesin piston macam P-51 Mustang atau straight wing fighter jet F-80 Shootingstar mendapat lawan yang setara. Kehadiran Sabre ini tentu tercium oleh intel Soviet apalagi diiringi keberhasilan Sabre menembak jatuh beberapa MiG-15 dalam waktu dua minggu saja setelah kehadiran Sabre.
Bulan April 1951, berdatangan grup tempur GK NII dari divisi penelitian AU Uni Soviet langsung dari Moskow untuk bergabung dengan korps 64 IAK. Mereka punya tugas khusus, bahkan kalau boleh disebut mustahil, memaksa Sabre untuk mendarat ! Tentu misi ini dicetuskan agar mendapatkan info keunggulan/kelemahan Sabre, dan kemungkinan menjiplak teknologinya yang dinilai jauh lebih unggul. Dipimpin Letjen Blagoveshchensky dengan komandan lapangan Letkol Dzyubenko bersama 11 pilot lainnya merupakan unit elit tidak heran mereka tampak sombong. Seluruhnya tes pilot berpengalaman tapi sayang, pengalaman operasi militer dan bertempur nol besar ! Hal terakhir inilah yang sering mendapat ejekan dari pilot lainnya yang sudah pernah bertempur dengan Sabre. "Mendapatkan Sabre utuh ? Bagaimana mungkin ? Bisa selamat saja sudah luar biasa...!" itu yang kira-kira dikatakan.
Tapi perintah tetap perintah meski tak masuk akal, itulah garis komando di era totaliter Stalin. Kekhawatiran ternyata benar adanya saat Dzyubenko membawa skuadronnya beroperasi pertama kali tanggal 31 Mei 1951. Mereka bertemu sepasang pembom B-29 yang dikawal Sabre. Sebanyak 12 unit MiG-15 harusnya mampu menghadapi pengawal Sabre yang terdiri atas 4 unit saja, tapi karena tujuannya hanya merusak sedikit dan memaksa Sabre mendarat, tentulah sulit. Malah sebuah MiG-15 yang dipiloti Mayor Perevozchikov ditembak jatuh. Ia eject tapi parasut tidak mengembang sempurna dan tewas. Lima hari kemudian kembali terjadi tragedi, minim operasi militer dan terbang formasi saat take off dan landing menyebabkan gugurnya Letkol Dzyubenko saat landing. MiG-nya jatuh akibat terkena semburan angin tubulance dari wingman yang baru saja mendarat. Gugurnya sang komandan menyebabkan misi GK NII berakhir dan bubar tanggal 29 Juli 1951 sementara anggota yang masih tersisa bergabung dengan divisi 324 dan 303 IAD.
Dasar hoki, malah Pepelyayev yang tidak diduga-duga mendapatkan Sabre. Gill Garret yang mengalami kerusakan kursi lontar akibat hajaran kanon Pepelyayev di bagian belakang kokpit, terpaksa mendarat darurat dan berhasil diselamatkan pesawat amphibi SAR. Tahu bahwa masih utuh, segera saja dibentuk tim penyelamat yang beranggotakan teknisi dari 324 IAD yang dipimpin Kazankin. Dipilih saat cuaca berawan tebal, mereka dibantu 500 pekerja Cina menarik Sabre dari air dan mulai memotong menjadi tiga bagian, badan pesawat, ekor, dan sayap. Saat itulah mereka terpergok pesawat jet intai RF-84 yang muncul tiba-tiba. Mereka sadar kalau tidak selesai hari ini, besar kemungkinan tidak akan selamat. Setelah potongan Sabre dimuat dalam truk, mereka pergi saat jam menunjukan pukul 4 pagi. Dan kekhawatiran mereka benar adanya, setelah pergi, Amerika membombardir wilayah itu sampai rata !
Rombongan truk pengangkut Sabre bergerak saat malam dan sembunyi di terowongan jalan ketika siang hari. Engineer Chepelev yang membawa bagian badan Sabre tiba pertama kali di Andung. Dia mengambil resiko berangkat saat fajar dan nyaris terkena roket dari pembom B-26 yang sedang berpatroli ! Dari badan Sabre inilah beberapa pilot termasuk Pepelyayev mencoba duduk dikokpit sebelum dikirim ke Moskow. Ia berpendapat bahwa instrumen dan gunsight Sabre sangat superior. Perkiraan bahwa Sabre memiliki radar karena dapat mendeteksi MiG yang mau menyerang dari belakang jelas tidak benar, itu semua berkat kaca kokpit yang jernih berbentuk gelembung (bubbled canopy) dan posisi tempat duduk yang tinggi serta mampu melihat kebelakang dengan mudah.
Selain Sabre utuh versi A ini yang diidentifikasi dari garis hitam dibadan, Uni Soviet mendapatkan juga versi E bernomor seri 51-2789 bergaris kuning tanggal 13 Mei 1952, dipiloti Kol. Walker Mahurin yang mendarat darurat akibat tembakan meriam anti pesawat terbang. Sempat tercetus ide untuk menjiplak Sabre dengan mesin jet buatan Soviet oleh biro penelitian & desain OKB-1, tapi batal. OKB-1 inilah yang menjelma menjadi Biro Desain Sukhoi, yang lahir saat pemerintahan Kruschev.

Category: Artikel Box


PRESTASI ASOV KOREA (1951-1953)

Berikut ini adalah sebagian kecil dari daftar nama-nama Asov (Uni Soviet mengklaim ada 51 aces), berikut angka kemenangan resmi sedangkan dalam kurung merupakan angka kemenangan yang diakui pihak Sekutu, medali yang diperoleh (HSU = Hero of Soviet Union / Goldstar ; LO = Lenin's Order ; RB = Order of Red Banner), dan asal resimen / skuadron.



Sejak Perang Dunia I, penghitungan angka kemenangan udara yang akurat sangatlah mustahil karena merupakan rahasia militer. Demi propaganda satu pihak melaporkan mendapatkan angka lebih besar sedangkan pihak lawan bertahan dengan angka lebih kecil dan membuat "peraturan kills tersendiri".
Ini juga terjadi saat Perang Korea. Sebagai contoh : Sabre yang berhasil ditembak Pepelyayev tetapi masih utuh ketika operasi udara tanggal 6 Oktober 1951, oleh pihak USAF bukan akibat ditembak jatuh melainkan "terpaksa melakukan pendaratan darurat" sedangkan pesawat yang tertembak tapi sanggup kembali ke pangkalan sering tidak dianggap sebagai kills

Tidak ada komentar: