Selasa, 26 Januari 2010

Penembak jitu

Sumber : Dephan, Mabes TNI, Mabes Polri, Majalah Angkasa
Penembak jitu adalah istilah yang dipakai pada bidang militer. Seorang penembak jitu terlatih untuk menembak secara tepat dan akurat dengan menggunakan senapan tipe tertentu. Beberapa doktrin militer memakai penembak jitu yang tergabung dalam infanteri tingkat regu.
Penembak jitu modern sering disamakan dengan penembak runduk (sniper), padahal, keduanya sebenarnya berbeda.

Sejarah
Salah satu awal munculnya penembak jitu adalah dalam Revolusi Amerika. Kompi senapan Amerika, yang dipersenjatai Pennsylvania/Kentucky Long Rifle, menjadi prajurit dalam Tentara Kontinental. Karena keakuratan prajurit-prajurit ini, banyak perwira Inggris yang harus mencopot lambang perwira mereka, agar tidak dijadikan target.

Pemakaian awal penembak jitu lainnya adalah pada Angkatan Darat Inggris di era Napoleon. Ketika itu, tentara lain lebih banyak menggunakan musket yang tidak akurat, tapi Green Jackets Inggris menggunakan senapan Baker yang terkenal. Dengan alur khusus didalam larasnya, senapan ini jauh lebih akurat, walau pengisiannya lebih lama. Para pemakai senapan ini termasuk tentara elit Inggris, dan menjadi garis depan yang diandalkan pada banyak pertempuran.
Penembak jitu juga dipakai pada Perang Saudara Amerika. Penembak jitu ini digunakan oleh kedua pihak yuang berperang. Prajurit elit ini terlatih dan dipersenjatai dengan baik, dan juga ditempatkan di garis depan sebagai yang pertama melawan musuh.

Perbedaan penembak runduk dengan penembak jitu
Beberapa doktrin membedakan antara penembak runduk (sniper) dengan penembak jitu (marksman, sharpshooter, atau designated marksman). Sniper terlatih sebagai ahli stealth dan kamuflase, sedangkan penembak jitu tidak. Sniper merupakan bagian terpisah dari regu infanteri, yang juga berfungsi sebagai pengintai dan memberikan informasi lapangan yang sangat berharga, sniper juga memiliki efek psikologis terhadap musuh. Sedangkan penembak jitu tidak memakai kamuflase, dan perannya adalah untuk memperpanjang jarak jangkauan pada tingkat regu.

Penembak jitu umumnya memiliki jangkauan sampai 800 meter, sedangkan sniper bisa sampai 1500 meter atau lebih. Ini dikarenakan sniper pada umumnya menggunakan senapan runduk bolt-action khusus, sedangkan penembak jitu menggunakan senapan semi-otomatis, yang biasanya berupa senapan tempur atau senapan serbu yang dimodifikasi dan ditambah teleskop.

Sniper telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menguasai teknik bersembunyi, pemakaian kamuflase, keahlian pengintaian dan pengamatan, serta kemampuan infiltrasi garis depan. Ini membuat sniper memiliki peran strategis yang tidak dimiliki penembak jitu. Penembak jitu dipasang pada tingkat regu, sedangkan sniper pada tingkat batalyon dan tingkat kompi.

Persenjataan
Karena penembak jitu modern tingkat regu (designated marksman) mengisi jeda antara infanteri biasa dengan penembak runduk, senapan penembak jitu juga dirancang sebagai penengah. Senapan penembak jitu harus memiliki jangkauan yang lebih jauh dari senapan serbu (sekitar 500 meter), tapi tidak perlu sampai jangkauan tingkat senapan runduk (lebih dari 1000 meter).

Karakteristik
Sifat-sifat yang sama dengan senapan runduk:
• Bidikan teleskopik
• Peluru yang lebih besar
Sifat-sifat yang sama dengan senapan serbu:
• Kemampuan menembak semi-otomatis
• Kapasitas magasine besar, 10 sampai 30 butir peluru

Adaptasi senapan tempur
Senapan tempur disini adalah senapan semi-otomatis dengan kaliber 7.62 x 51 mm seperti M14, FN FAL, dan HK G3, yang dulu dipensiunkan dan digantikan senapan dengan kaliber lebih kecil 5.56 x 45 mm NATO seperti senapan serbu M16. Senapan tempur ini lebih cocok dirubah menjadi senapan penembak jitu mutlak karena pelurunya yang lebih kuat.
Contoh:
• M21: diadaptasikan dari M14.
• U.S. Marine Corps Designated Marksman Rifle: diadaptasikan dari M14.
• G3SG/1: varian dari HK G3.

Adaptasi senapan serbu
Memodifikasi senapan serbu adalah pilihan yang paling mudah dan murah, karena senapan serbu hanya perlu ditambahkan alat bidik teleskop dan tetap menggunakan kaliber yang sama.

Solusi yang lebih efektif adalah mengganti kaliber peluru dengan kaliber lebih besar, dan mengganti laras khusus yang lebih berat.
Contoh senapan penembak jitu yang menggunakan kaliber original:
• US Army Squad Designated Marksman Rifle (SDM-R): adaptasi dari M16.
• U.S.M.C. Squad Advanced Marksman Rifle (SAM-R): adaptasi dari M16.
• M16A2E3: varian dari M16.
• US Navy Mark 12 Mod X Special Purpose Rifle: M16 yang dimodifikasi.
Contoh senapan penembak jitu yang menggunakan kaliber baru:
• Galil Galatz: varian 7.62 x 51 mm dari IMI Galil.
• SR-25: berdasarkan Stoner AR-10.

Senapan khusus
Dragunov SVD adalah contoh senapan yang dibuat khusus untuk memenuhi kriteria yang sekarang dinamakan "senapan penembak jitu".


Senapan runduk
Senapan runduk adalah senapan laras panjang yang dipakai satuan militer atau penegak hukum, yang dibuat lebih akurat dan memiliki jangkauan yang lebih besar daripada senjata ringan lainnya. Senapan runduk memiliki akurasi tingkat tinggi, menggunakan alat bidik teleskop, dan biasa menggunakan peluru centerfire militer.

Sejarah
Peran seorang sniper (penembak runduk) sudah dipakai dalam perang sejak abad ke-18, tapi senapan runduk termasuk penemuan yang lumayan baru. Perkembangan teknologi, khususnya pada bidikan teleskop dan perakitan modern, membuat satuan-satuan militer bisa mempersenjatai prajurit-prajurit yang dilatih khusus dengan senjata yang bisa menembak dengan akurat pada jarak yang jauh lebih besar daripada senjata infanteri biasa.

Perang Saudara Amerika
Tentara Konfederasi yang menggunakan teleskop sepanjang laras pada senapan Whitworth Inggris bisa membunuh tentara musuh pada jarak 300 yard, jarak tembak yang sangat luar biasa pada masa itu.

Perang Dunia I
Awalnya senapan runduk adalah senapan standar yang menggunakan "bidikan intip", yang sebenarnya dirancang untuk tempat latihan. Baru pada awal Perang Dunia I senapan runduk mulai muncul. Salah satu senapan runduk militer pertama yang menggunakan teleskop adalah Lee-Enfield Mk III.

Perang Dunia II
Senapan runduk yang biasa digunakan pada era Perang Dunia II adalah senapan standar (yang dipilih karena terkenal akurat), yang kemudian diberi bidikan teleskop, bantalan pipi, dan bolt yang dimodifikasi agar teleskop bisa terpasang. Pada akhir perang, semua peserta perang telah memiliki prajurit yang terlatih khusus untuk menggunakan senapan runduk, dan peran ini dipakai sampai sekarang.
Contoh senapan runduk era Perang Dunia II:
• Mosin-Nagant M91/30 dipakai Uni Soviet dan Finlandia
• Karabiner 98k dipakai Jerman
• Lee-Enfield No 4 Mk I (T) dipakai Inggris
• SMLE Mk III* (HT) dipakai Australia
• Springfield 1903 dipakai Amerika Serikat
• Arisaka Type 97 dipakai Jepang

Senapan modern
Senapan-senapan yang diproduksi khusus sebagai senapan runduk baru dimulai pada tahun 1960an. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akurasi sebaik mungkin. Senapan-senapan ini dibuat khusus untuk bisa menahan panas, menahan getaran, dan hal-hal lain yang bisa mengurangi akurasi.

Klasifikasi
Senapan runduk modern secara umum dibagi menjadi dua kelas utama: militer dan penegak hukum.

Militer
Senapan runduk yang dibuat untuk dipakai militer biasanya mengorbankan sedikit akurasi, demi kehandalan dan kemudahan pemakaian di lapangan. Penembak runduk dan penembak jitu militer, akan bergerak membawa senapan runduk mereka—bersama peralatan-peralatan lainnya—pada jarak yang jauh, jadi berat juga sangat penting. Militer juga biasa memiliki pendanaan yang ketat, yang akan mempengaruhi pemilihan dan pembelian senapan runduk, seperti juga pembelian peralatan militer lainnya.

Penegak hukum
Skenario kepolisian, termasuk satuan anti-teroris, mengharuskan penembak jitu untuk untuk menembak bagian tertentu target (seperti tangan atau kepala), atau sebuah benda tertentu (misalnya senjata api). Oleh karena itu, senapan runduk yang dipakai kepolisian harus memiliki akurasi yang lebih tinggi dari pada senapan runduk militer, tapi pada jarak yang lebih pendek, biasanya dibawah 100 meter.
Contoh senapan runduk yang dibuat khusus untuk digunakan pihak kepolisian adalah senapan-senapan yang dibuat berdasarkan kriteria yang ditetapkan kepolisian Jerman Barat setelah terjadinya pembantaian Munich pada Olimpiade Musim Panas 1972. Heckler & Koch PSG1 adalah salah satu senapan yang memenuhi kriteria tersebut, dan sering disebut sebagai senapan runduk terbaik jenis ini. FN Special Police Rifle adalah contoh lain senapan runduk yang dibuat untuk kepolisian dan bukan untuk militer.


Senapan serbu
Senapan serbu adalah senjata api otomatis yang merupakan senapan laras panjang atau karabin, yang memiliki pilihan tembakan (selective-fire), dan menggunakan amunisi kaliber menengah. Senapan serbu masuk dalam kategori diantara senapan mesin ringan, yang berfungsi untuk menembak secara full-otomatis sebagai senjata pendukung, dan submachine gun, senjata otomatis yang menggunakan peluru ukuran peluru pistol sebagai senjata api jarak dekat. Senapan serbu sudah menjadi persenjataan standar untuk tentara modern, menggantikan senapan laras panjang era Perang Dunia II, seperti M1 Garand dan SKS.
Contoh senapan serbu adalah M16, keluarga AK-47, dan FAMAS yang menggunakan desain bullpup. Contoh lain yang lebih unik adalah LR 300 dan HK G36, keduanya menggunakan teknologi polimer modern dan desain komputer.
setau gw penembak runduk (sniper) dengan penembak jitu (marksman, sharpshooter, atau designated marksman) sptnya tidak berbeda.
baik Sniper maupun Markrsman dilatih sebagai baik perorangan maupun sebagai tim (biasanya dua orang) sebagai pengintai dan eksekutor

istilah sniper pertama kali di dunia dipakai sebagai "istilah militer resmi" bagi penembak runduk/penembak jitu oleh AB Jerman pada tahun 1910. AB jermanlah pertama kali pencipta "satuan sniper" dengan standar kualifiksi, doktrin dan organisasi seperti sekarang ini bahkan senapan khusus sniper "resmi" pertama kali adalah Mauser Gewehr 1898 (Grew.98) kaliber 7,92 mm

asal mula taktik dua sniper/tim sniper diadopsi dari AB Uni Soviet yang pada akhirnya dipakai secara luas di kebanyakan negara bahkan oleh semua anggota NATO. Dalam organisas satuan sniper merupakan satuan yang terintegrasi dengan satuan infantri. satuan sniper diberi kebebasan yang cukup untuk melaksanakan inisiatif sendiri, penggunakan tim sniper dalam penugasannya karena tingkat keberhasilan tugas yang sangat tinggi.

secara umum, dunia sniper mengenal dua jenis senapan yang memiliki mekanisme berbeda dalam hal pengisian peluru

Berdasarkan buku Sniper Training, Techniques and Weapon yang ditulis Peter Brookesmith (2000)
dan berdasar World Sniper's Roll of Honour
Simo Hayha dari Finlandia merupakan Sniper No 1. dunia dengan rekor 542 hit pada Winter War ( 1939 - 1940) dan memang betul selama menciptakan rekor tanpa menggunakan scope hanya menggunakan "iron sight" dengan senjata yang cukup "kuno" yaitu Mosin-Nagant M28, dan Suomi K31
Simo Hayha meninggal pada 1 April 2002

2. Erwin Koenig, SS Sniper Jerman 500 Hit
3. Nikolai Yakolevich Ilyin, USSR 496 Hit
4. Vasily Gregorievich Zaitzev, USSR 400 Hit
5. Lyudmila Pavlichenko, USSR 296 Hit
6. Adelbert Waldron III, US Army 109 Hit
7. Charles B. Mawhinney, US Marine Corps 103 Hit
8. Carlos N. Hathcock, US Marine Corps 98 Hit
9. Thomas R. Leonanrd, US Marine Corps 93 Hit
10. Joseph T.Ward US Marine Corps 63 Hit
11. George Filyaw, US Mari,ne Corps 56 Hit
12. Philip G. Moran, US Marine Army 53 Hit
13. K.Tatang, Kopassus RI 41 Hit
14. Tom Ferran, US Marine Corps 41 Hit

Tidak ada komentar: