Kamis, 28 Januari 2010

Polandia Ungkit Kekejaman Soviet

http://regional.kompas.com/read/2009/09/25/05195458/polandia.ungkit.kekejaman.soviet.
MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia berang atas resolusi yang diadopsi parlemen Polandia yang isinya mengecam invasi Uni Soviet ke Polandia timur semasa Perang Dunia II. Rusia menyebut resolusi itu sebagai tamparan atas upaya memperbaiki hubungan kedua negara.

”Resolusi yang diadopsi oleh parlemen (Polandia) merupakan tamparan serius bagi upaya mengembangkan hubungan tetangga yang normal antara negara kita,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, Kamis (24/9).

Rusia juga menuding parlemen Polandia mencoba memolitisasi isu yang menyinggung perasaan, tidak hanya bangsa Polandia dan Rusia, tetapi juga Ukraina dan Belarus.

Majelis rendah parlemen Polandia (Sjem), Rabu, secara bulat mendukung sebuah resolusi yang mengecam aksi Moskwa sebelum dan sesudah pecah Perang Dunia II tahun 1939. Resolusi yang diadopsi untuk memperingati 70 tahun invasi Uni Soviet ke timur Polandia itu juga mendesak Rusia agar bekerja sama untuk membantu mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi waktu itu.

Kekejaman Stalin

Diktator Uni Soviet Joseph Stalin menyepakati pakta nonagresi dengan Adolf Hitler, pemimpin Nazi Jerman, pada Agustus 1939 yang memungkinkan invasi Nazi Jerman pada 1 September 1939 ke Polandia. Stalin lalu mengirim pasukan Uni Soviet ke timur Polandia pada 17 September 1939.

”Dengan cara ini, pembagian keempat Polandia selesai. Polandia menjadi korban dua rezim totaliter, yaitu naziisme dan komunisme,” sebut resolusi parlemen Polandia.

Resolusi itu mengutip peristiwa eksekusi dan deportasi massal yang dilakukan di wilayah Polandia, begitu juga pembunuhan 20.000 pejabat Polandia di hutan Katyn tahun 1940 oleh pasukan Uni Soviet. Disebutkan pula bahwa hilangnya nyawa jutaan orang di kamp penjara Gulag dan kejahatan pembunuhan ribuan pejabat Polandia di hutan Katyn menunjukkan ciri-ciri dan karakter genosida.

Rusia sangat bangga dengan kemenangan negara mereka atas Hitler tahun 1945 setelah perjuangan berat yang menyebabkan 27 juta nyawa warga Uni Soviet melayang. Polandia kehilangan seperlima penduduknya, 6 juta orang, semasa Perang Dunia II.

Rusia menyatakan agar segala diskusi soal pecahnya Perang Dunia II akhirnya harus ditinggalkan oleh para ahli sejarah

Tidak ada komentar: