Minggu, 24 Januari 2010

Rusia Uji Coba Rudal Soviet Untuk Perpanjang Usianya

(Vibizdaily - Internasional) Rusia Kamis mengatakan negara itu telah dengan berhasil menguji coba tembakan rudal balistik antar-benua RS-R0V sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk memperpanjang usia arsenal nuklir era Sovietnya.

"Peluncuran itu dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan pembuatan eksperimental yang ditujukan untuk memastikan ciri khas penerbangan rudal RS-20V dan untuk memperpanjang jangka hidupnya hingga 23 tahun," kata Pasukan Rudal Strategis Rusia dalam sebuah pernyataan.

Rudal RS-20V seberat 22 ton itu menghantam sasaran di semenanjung Kamchatka di pantai Pasifik Rusia setelah ditembakkan dari daerah Orenburg, lebih dari 6.500 Km (4.000 mil) jauhnya, jelas seorang jurubicara Pasukan Rudal Strategis itu.

Rudal itu, yang dapat menembus sistim pertahanan rudal dan dikenal di Barat sebagai SS-18 "Satan", dianggap oleh AS sebagai salah satu senjata nuklir "serangan pertama" Uni Soviet yang paling berbahaya.

Rudal 34 meter (112 kaki) itu memiliki jarak tembak 16.000 Km dan dapat membawa sedikitnya 10 hulu ledak nuklir.

Rusia, yang sedang berupaya untuk membuat beberapa tipe baru rudal, mengatakan memperpanjang usia rudal era Soviet-nya adalah cara untuk menjaga keseimbangan nuklir dengan AS dengan pembiayaan yang efektif.

Rudal RS-20V, dikenal di Soviet sebagai Voyevoda, pada awalnya dimaksudkan untuk digunakan selama 15 tahun, tapi Rusia mempertahankan rudal itu untuk dikerahkan.

"Perpanjangan masa usia Voyevoda hingga 25 tahun akan memungkinkan kami untuk memperpanjang tugasnya dengan 10 tahun," jelas Pasukan Rudal Strategis, yang menambahkan bahwa rudal yang ditembakkan Kamis itu telah dalam arsenal Rusia selama lebih dari 21 tahun.

Awal tahun ini, komandan pasukan rudal itu mengatakan, seperti dikutip oleh media Rusia, bahwa Rusia ingin mempertahankan RS-20V bertugas hingga 2019.

Rusia dan AS kini sedang mengerjakan perjanjian baru untuk mengurangi arsenal senjata nuklir Perang Dingin yang sangat banyak dan mengatakan perjanjian itu akan dapat dicapai tahun depan.

Tidak ada komentar: