Kamis, 28 Januari 2010

THE WHITE DEATH





http://forum.gemscool.com/thread-23457-page-3.html

Simo Hayha (17 Desember 1905 - 1 April 2002), dijuluki "White Death" oleh pasukan Soviet, adalah seorang prajurit Finlandia. Simo Menggunakan senapan standar dengan iron sight tanpa scope dalam Perang Musim Dingin, ia memiliki jumlah kill tertinggi yg tercatat rekor dunia hingga saat ini.

Hayha lahir di kota Rautjrvi dekat perbatasan Finlandia dan Rusia, dan memulai dinas militer pada tahun 1925. Sebelum memasuki pertempuran, Hayha adalah seorang petani dan seorang pemburu. Pertanian Nya dilaporkan penuh trofi untuk keahlian menembak. Ia selama Perang Musim Dingin (1939-1940), antara Finlandia dan Uni Soviet, ia memulai tugasnya sebagai seorang penembak jitu dan berjuang untuk Angkatan Darat Finlandia melawan Red Army Rusia.

Pada temperatur antara -20 dan -40 derajat Celsius (-4 dan -40 derajat Fahrenheit), berpakaian serba putih kamuflase, Hayha dikonfirmasi telah membunuh 505 tentara Soviet, 542 jika termasuk kematian yg tidak terkonfirmasi . Dirumorkan ia telah membunuh 800 orang dengan senapannya. Hayha juga dikreditkan dengan membunuh lebih dari dua ratus orang dengan senapan mesin KP/-31 Suomi , Yang luar biasa, semua itu dilakukannya kurang dari 100 hari servicenya di AD Finlandia.

Hayha menggunakan senapan varian Mosin-Nagant (dikenal sebagai "Pystykorva" senapan, yang berarti "Spitz"), karena cocok dengan bingkai yang kecil (5 ft 3 in/1.60 m). Ia lebih suka menggunakan iron sight normal daripada scope untuk memperlihatkan sasaran yang lebih kecil (penembak jitu harus mengangkat kepalanya lebih tinggi bila menggunakan teleskop), untuk mencegah risiko terlihat pada saat mengintai, dan bantuan penyembunyian (sinar pantulan matahari di lensa teleskop dapat mengungkapkan posisi penembak jitu). Dia juga menaruh salju dalam mulutnya sehingga ketika bernapas ia tidak akan mengungkapkan posisinya.

Soviet mencoba beberapa operasi untuk menyingkirkannya, termasuk penembak jitu dan counter sniping. Pada 6 Maret 1940, Hyh tertembak di rahang selama pertempuran. Peluru tembus dan meninggalkan dampak atas kepalanya. Dia dijemput oleh sesama tentara yang mengatakan "setengah kepalanya hilang". Ia sadar kembali pada 13 Maret, hari perdamaian diumumkan. Tak lama setelah perang, Hayha dipromosikan langsung dari kopral ke letnan dua oleh Field Marshal Carl Gustaf Emil Mannerheim. Tidak ada orang lain yang pernah mendapat peringkat tercepat seperti Hayha di sejarah militer Finlandia.

Butuh waktu beberapa tahun untuk Hayha untuk sembuh dari lukanya. Peluru menghancurkan rahang dan merontokkan pipi kirinya. Meskipun demikian, ia pulih sepenuhnya dan menjadi pemburu rusa yang sukses dan peternak ***** setelah Perang Dunia II, dan selalu pergi berburu dengan presiden Finlandia Urho Kekkonen.

Ketika ditanya pada tahun 1998 bagaimana ia bisa menjadi seorang sniper yg hebat, ia hanya menjawab, "Practice." Ketika ditanya apakah ia menyesal membunuh begitu banyak orang, ia berkata "Aku melakukan apa yang disuruh sebaik mungkin." Simo Hayha menghabiskan tahun-tahun terakhir di sebuah desa kecil bernama Ruokolahti terletak di selatan-timur dari Finlandia dekat perbatasan Rusia.

Tidak ada komentar: