Jumat, 22 Januari 2010

Yanka’, Hadiah PM Soviet Untuk Bung Karno

Yanka’, Hadiah PM Soviet Untuk Bung Karno
Beritabali.com, Sanur, Saat berkuasa, Presiden pertama Indonesia Sukarno memiliki beberapa buah mobil kepresidenan. Salah satunya adalah limusin ‘Yanka’, yang merupakan hadiah dari Perdana Menteri Uni Soviet (Sekarang Rusia) pada jaman itu. Kini, mobil super boros ini sedang ada di Bali.

Mobil ‘Yanka’ buatan Uni Soviet tahun 1959 ini kini sedang ada di Denpasar Bali, tepatnya di lobi hotel Grand Bali Beach. Mulai tanggal 11 hingga 15 November besok, mobil ini bersama puluhan mobil kuno lainnya akan dipamerkan di Kuta.

Lalu apa istimewanya mobil ini?

Mobil ‘Yanka’ ini merupakan salah satu mobil kepresidenan di era Presiden Sukarno. Plat nomor ‘Indonesia 1’ masih terpasang utuh di bagian depan mobil ‘kekar’ berwarna hitam ini.

Menurut Ketua Persatuan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Bali Jos Dharmawan, mobil ‘Yanka’ ini merupakan mobil hadiah dari Perdana Menteri Uni Soviet untuk Sukarno.

“Mobil limusin warna hitam ini produksi tahun 1959 bermesin V 8, 5000 CC dengan transmisi matik (otomatis). Mobil ini merupakan hadiah dari Perdana Menteri Soviet,” jelas Jos tanpa menyebut nama Perdana Menteri Soviet yang dimaksud.

Untuk diketahui, pada tahun 1960 an, Presiden Sukarno dekat dengan Perdana Menteri Uni Soviet (Rusia) waktu itu, Nikita Khrushchev.

Kembali ke soal mobil ‘Yanka’, karena ‘body’nya yang besar, panjang, berotot, serta kapasitas mesin yang besar, tak heran jika mobil ini rakus bensin.

“Bahan bakarnya 1 banding 3, satu liter bensin untuk perjalanan sejauh tiga kilometer, jadi sangat boros bahan bakar,” terang Jos.

Jadi bagi Anda yang penasaran ingin melihat mobil bekas kepresidenan Indonesia buatan bekas negara Soviet ini bisa melihat dalam pameran mobil antik di Kuta.

Selain unik dan langka, mobil limusin ‘Yanka’ ini juga menjadi saksi sejarah mesranya hubungan bilateral Indonesia dan negara komunis Uni Soviet di masa lalu.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Mobil ini GAZ Chaika . Konon diberikan oleh Krushchev kepada Soekarno karena Soekarno pernah bercerita bahwa ia ingin memiliki sebuah Cadillac Fleetwood namun Soekarno tidak sanggup membayar uang mukanya sehinnga sebagai sahabat, Krushchev menghadiahkan sebuah mobil. Disamping itu disertakan dalam pemberian hadiat tersebut, toilet set dari Moscow karena pada saat itu salah satu pribadi Bung Karno di Istana Bogor sedang rusak. Semoga informasi ini berguna .

Yosaphat Agni mengatakan...

5000 cc?Guedee!