Senin, 08 Februari 2010

Hutang Terpendam Jerman Untuk Uni Soviet


dari:http://www.suaramedia.com

BERLIN (SuaraMedia News) – Rakyat Jerman merasa berterima kasih kepada Uni Soviet atas berakhirnya Perang Dingin, demikian disampaikan oleh Dr. Hans-Henning Schroeder, seorang profesor di Universitas Bremen.

“Setidaknya di sini, di Jerman, kami merasa bahwa Uni Soviet telah membuat langkah unifikasi menjadi nyata. Mereka bisa saja menghentikan proses tersebut seperti hanya yang mereka lakukan pada tahun 1968 di Cekoslovakia, namun mereka tidak melakukannya,” kta Dr. Schroeder kepada RT.

Dia juga mengatakan bahwa Rusia memiliki sejarah dan kebudayaan yang sama dengan Eropa, dan di masa mendatang ikatan Eropa dengan Rusia harus menjadi lebih dekat.

“Untuk bersatu di dunia global ini, Rusia dan Eropa harus membangun dan menjadikan Eropa lebih luas,” tambahnya.

Komentar tersebut muncul tidak lama setelah Presiden Rusia Dmitry Medvedev melakukan sebuah sesi wawancara dengan harian Spiegel berkaitan dengan peringatan keruntuhan tembok Berlin.

Ketika ditanya mengenai keberadaannya pada tanggal 9 November 1989, waktu tembok Berlin runtuh). Medvedev mengatakan bahwa dirinya tidak ingat persis, namun ia menambahkan bahwa dirinya mengingat betapa drastis dan mendadak perubahan hidup yang ia alami.

Kala itu, Medvedev adalah seorang asisten pengajar di Universitas St. Petersburg, dan dia menyadari bahwa “perkembangan tersebut bukan hanya mempengaruhi Jerman, namun seluruh Eropa dan, pada akhirnya, juga menentukan nasib negara kami.”

Lagu hit Scorpions, “Wind of Change”, menjadi lagu wajib pada masa itu. Tembok Berlin adalah sebuah simbol perpecahan benua, dan runtuhnya tembok tersebut kembali mempersatukan kami, kata Medvedev.

Medvedev kemudian ditanyai mengenai keruntuhan tembok Berlin yang membuat mantan pemimpin Soviet, Mikhail Gorbachev menjadi sosok yang disegani di Jerman. Mendengar hal itu, Medvedev menjawab, “Sebagai seorang kepala negara, bukanlah pada tempatnya bagi saya ntuk memberikan penilaian kepada para pendahuu saya. Jerman dan negara-negara Eropa lain memberikan penghargaan kepada Gorbachev atas runtuhnya tirai besi. Ada perbedaan pendapat mengenai pencapaiannya (Gorbachev) bagi negara kami.”

“Keruntuhan Uni Soviet terjadi dalam masa pemerintahannya. Kala itu, ada banyak orang Rusia yang merasa bahwa mereka telah kehilangan negara. Dan mereka menuding Gorbachev yang bertanggung jawab atas hal itu. Apakah hal ini benar atau tidak, keputusannya kita serahkan saja kepada para sejarawan.”

Disinggung mengenai Vladimir Putin, yang menyebut runtuhnya Uni Soviet sebagai bencana geopolitik terbesar di abad ke-20. Medvedev berkata: “Dia tidak menghubungkan hal ini dengan nama Gorbachev, jadi dalam hal itu, dia sama seperti saya.”

“Keruntuhan tersebut mengejutkan semua orang yang tinggal di Uni Soviet, terlepas apakah mereka memandang disintegrasi negara sebagai bencana pribadi atau konsekuensi peraturan Bolsheviks. Dan hal itu sangat dramatis: Rakyat yang telah bersatu selama berpuluh-puluh tahun – dan dalam beberapa kasus selama berabad-abad – mendadak menemukan diri telah berada di negara lain. Kontak dengan keluarga dan kerabat menjadi terputus.”

Ketika ditanya apakah keruntuhan Soviet merupakan hal yang terhebat, Medvedev melanjutkan, “Menurut pendapat saya, Perang Dunia II memang sebuah bencana. Puluhan orang terbunuh. Namun bukankah Revolusi Rusia pada tahun 1917 juga merupakan sebuah bencana? Hal itu memantik terjadinya perang sipil dimana rekan-rekan dan kerabat saling baku tembak.”

“Keruntuhan Uni Soviet pastinya menjadi salah satu kejadian paling dramatis pada abad ke-20, namun konsekuensi yang ditimbulkannya tidak terlalu berdarah.”

Disinggung mengenai ucapannya yang mengatakan bahwa Josef Stalin adalah seorang pembunuh massal, Medvedev berkata: “Setiap tokoh dalam sejarah dipuja sebagian kalangan, dan dihujat sebagian lainnya, dan hal ini juga berlaku untuk Stalin. Dalam blog saya, saya menyebut perbuatan Stalin sebagai perbuatan jahat. Lima puluh juta warga Rusia mengakses internet secara reguler, jumlah itu melebihi sepertiga populasi Rusia. Dan ada ribuan orang yang memberikan tanggapan. Sebagian orang mengatakan bahwa kepala negara pada akhirnya mengambil keputusan mengenai penindasan dan Stalin. Sebagian lainnya menolak pandangan saya, mereka menulis bahwa negara kami berhutang terima kasih kepada Stalin atas perkembangan ekonomi dan kebebasan jaminan sosial, dan mereka mengatakan bahwa tidak ada kejahatan yang terjadi dalam masa pemerintahannya. Mereka mengatakan bahwa para pemimpin Rusia masa kini harus terlebih dahulu berusaha menyamai pencapaian tersebut sebelum melontarkan kritik.” (dn/rt/sp) www.suaramedia.com

Tidak ada komentar: