Rabu, 17 Februari 2010

Libya Belanja Senjata di Rusia


Libya telah membuat kesepakatan untuk membeli senjata Rusia senilai hampir dua miliar dolar AS. Vladimir Putin, Perdana Menteri, yang mengatakan bahwa perjanjian tersebut akan merekatkan jalinan dua negara.

"Sebuah kontrak senilai $ 1.8bn ditandatangani. Tidak hanya tentang perdagangan senjata antara Rusia dan Libya,” ungkap Putin seperti dikutip Interfax.

Perdana Menteri Rusia tidak menjelaskan tipe senjata atau peralatan militer yang menjadi bagian dalam kesepakatan. Tetapi sumber diplomatik Rusia Interfax mengatakan, bagaimanapun, bahwa Libya berusaha memperoleh 20 pesawat tempur, setidaknya dua S-300 sistem pertahanan udara, beberapa lusin tank T-90C dan senjata lain.

Putin menjelaskan telah mengadakan pertemuan dengan kepala Izhmash pabrik, yang memproduksi senapan Kalashnikov. Para pejabat Rusia mengatakan awal pekan ini negosiasi sedang berjalan dengan Younes Jaber, Menteri Pertahanan Libya, di Moskow atas penjualan senjata Rusia.

Moskow dan negara Afrika Utara ini menikmati hubungan erat selama Perang Dingin, dan sebagian besar senjata Libya dibeli dari Uni Soviet pada tahun-tahun terakhir. Moskow dan Tripoli telah menandatangani beberapa kontrak dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2008, pemimpin Libya Muammar Gaddafi berkunjung ke ibukota Rusia dan ini adalah kunjungan pertamanya ke Moskow sejak 1980-an.

Tidak ada komentar: