Selasa, 09 Februari 2010

Lima Negara Eks Soviet Bentuk Pasukan Gerak Cepat

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/10/17/84361/Lima-Negara-Eks-Soviet-Bentuk-Pasukan-Gerak-Cepat

MATYBULAK - Lima negara bekas Soviet membentuk pasukan gerak cepat layaknya NATO, kemarin. Pembentukan pasukan itu ditujukan untuk memperkuat hubungan para sekutu Moskwa di Asia Tengah dan Kaukasus.
Mengenakan seragam tempur, para pemimpin Rusia, Armenia, Kazakhstan, Kirgistan, dan Tajikistan meninjau latihan ”Interaction-2009” yang digelar pasukan khusus baru tersebut. Dalam latihan tersebut pasukan sedang berupaya melumpuhkan para gerilyawan yang mengambil alih pabrik kimia.

Asap membumbung dari lokasi penembakan di padang rumput Kazakhstan, saat pasukan terjun payung mendarat dari helikopter-helikopter. Mereka kemudian mengepung sebuah gedung untuk menyelamatkan para sandera.
Presiden Rusia Dmitry Medvedev tiba di lokasi latihan tempur era Soviet tersebut dengan menumpang sebuah helikopter. Dia mengenakan seragam kamuflase khas padang pasir yang secara khusus dirancang oleh desainer Valentin Yudashkin.

Rusia saat ini sedang membangun Organisasi Pakta Pertahanan Kolektif (CSTO), organisasi kerja sama militer antarnegara bekas Soviet sebagai penyeimbang NATO. Organisasi itu berkomitmen untuk melindungi tiap negara anggota dari serangan musuh.
Usir Agresi ”Kami membentuk organisasi ini untuk mengusir agresi dari setiap anggota organisasi ini. Selain itu juga untuk melawan para ekstremis, teroris, perdagangan obat, dan bentuk-bentuk lain ekstremisme,” kata Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev kepada wartawan usai meninjau latihan.

Lima anggota CSTO sepakat membentuk pasukan gerak cepat pada Februari lalu. Kala itu Medvedev mengatakan bahwa pasukan tersebut harus memiliki kekuatan setara dengan kekuatan pasukan NATO.

Sebanyak 7.000 tentara dan 90 pesawat tempur ambil bagian dalam latihan bertajuk ”Interaction-2009” tersebut, kata para pejabat. Latihan digelar di wilayah seluas 1.600 kilometer persegi di tempat latihan Matybulak, Kazakhstan selatan.
Setelah menginspeksi pasukan dan persenjataan, Medvedev dan para pemimpin lainnya menuju barak pusat komando di lantai dua tempat mereka dapat menyaksikan latihan tempur melalui teropong.

Latihan tempur itu tidak dihadiri Presiden Belarus Alexander Lukashenko dan Presiden Uzbekistan Islam Karimov. Meski merupakan anggota CSTO, kedua negara itu menolak bergabung membentuk pasukan gerak cepat.

Tidak ada komentar: